Bitcoin kini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, begitu pula dengan ICO. Namun seiring dengan hal tersebut banyak kegiatan penipuan yang tersematkan. Sehingga membuat khawatir banyak pihak salah satunya Otoritas setempat dan tentunya para Investor.

Banyak ICO yang bermunculan di tahun 2017 ini. Mereka membawa merek dagang baru, proyek dan inovasi baru yang belum pernah ada sebelumnya. ICO baru ini membawa beberapa resiko serta pertimbangan, sehingga pihak berwenang atau otoritas setempat serta investor pun harus berhati-hati serta cermat dalam menempatkan dananya sebagai sarana investasi.

Kejadian Baru-Baru Ini Yang Mengundang Perhatian

Bitcoin dan beberapa cryptocurrency lama atau yang sudah ada sebelumnya kini sudah mulai bekerja sama dengan pemerintah dan badan pengawas setempat diseluruh dunia untuk membuat terobosan terkait dengan legalisasi dan Peraturan terkait mata uang digital. Namun yang sangat mengejutkan, pergerakan dari penciptaan ICO yang saya rasa kini telah meledak. Dan mungkin hal ini sangat mengganggu bagi sebagian negara.

Perbedaan antara ICO dan sesuatu seperti Bitcoin pada dasarnya terletak pada waktu dan kepercayaan karena mata uang digital asli memiliki waktu untuk membuktikan bahwa ini bukan sebuah proyek koin penipuan dan beroperasi untuk alasan yang benar atau terarah.

Meledaknya proyek-proyek baru yang menggelar sebuah ICO ini secara langsung memberi dampak ancaman terhadap Investor dan Otoritas setempat.

Ancaman Bagi Investor:

  1. ICO dan Penggalangan Dana Palsu/Penipuan/Scam
  2. Tidak ada batasan
  3. Tidak ada peraturan yang diadopsi di ICO tersebut

Ancaman Bagi Otoritas Setempat:

  1. Kesulitan dalam mengidentifikasi praktik/kegiatan illegal
  2. Globalitas pasar ICO (membuat sulit untuk menerapkan undang-undang di negara tertentu)
  3. Jalan untuk pencucian uang/Tempat pencucian uang
  4. Mengganggu tatanan sosio-ekonomi

Penipuan atau Scam

Risiko ini memang berdampak besar dan sangat penting untuk dipertimbangkan, terutama bagi investor, Scam ini merupakan sebuah ancaman kripto-currency yang palsu, atau ICO scam. China, negara yang kini sedang melakukan tindakan keras terkait dengan kegiatan ICO, telah memiliki sejumlah kasus penipuan investasi baru-baru ini, seperti kasus Fanya Metal ExchangeEzubao dan Shanxinhui.

Maka dari itu, negara China kini sedang melakukan sebuah penekanan besar pada kegiatan ICO yang bertujuan untuk melindungi pengguna/investor dari ICO scam.

Peraturan

Resiko besar lainnya adalah tidak adanya ambang batas, standar atau peraturan yang terkait dengan ICO.

Dengan meledaknya ICO yang setiap minggu kini bisa kita jumpai beberapa ICO baru diseluruh dunia, Pemerintah dan para regulatornya hampir kuwalahan untuk mengendalikan serta mengawasi kegiatan ICO, bahkan untuk mereview bahwa ICO tersebut termasuk investasi yang potensial atau memberikan sedikit legimitasi.

Praktek illegal

Karena otoritas regulator setempat tidak bisa mengatur ICO yang bermunculan secara serentak ini, Regulator kesulitan dalam mengidentifikasi praktik ilegal yang dilakukan di dalam kegiatan ICO yang sedang berlangsung.

Tempat untuk pencucian uang

Menjadi virtual, sulit untuk mengawasi catatan transaksi. Namun, dengan kebebasan dalam mengendalikan, akan menjadi semakin sulit karena tidak ada track record untuk barang virtual dan transaksi.

Dan, bahkan dengan buku besar yang tidak dapat dimanipulasi ini sebagian besar ICO, ada beberapa potensi dari segi anonim yang dapat digunakan atau disalahgunakan untuk kegiatan pencucian uang.

Tatanan sosial ekonomi

Poin ini mungkin sedikit kontroversial karena pada dasarnya otoritas dan regulator mengabaikan perubahan dalam tatanan sosial yang mapan, dengan kata lain, berjuang melawan teknologi yang mengganggu. Tapi sekali lagi, tingkat gangguan ini bisa terungkap secara ilegal, dan juga bisa memecah norma di masyarakat yang dipegang oleh penguasa.

Lembaga yang telah dibentuk untuk melindungi dan melayani warga, seperti IRS dan SEC di AS, telah merasa sulit untuk mengontrol pasar mata uang digital dan meledaknya kegiatan ICO membuatnya semakin frustrasi.

Gambar: Risk measure