Tidak hanya bursa pertukaran yang masih offline, operatornya pun masih dalam pengawasan aparat penegak hukum AS. Yang memperburuk keadaan bursa tersebut, domain BTC-E kini juga telah disita. Bagaimana bursa pertukaran ini bisa kembali online? Dan para pengguna yang masih memiliki dana akan mengalami kesulitan untuk menarik/mengelola dana mereka.

Enam lembaga penegakan hukum AS berada di balik aksi ini. Secret Service juga terlibat, untuk beberapa alasan yang tidak diketahui.

Sudah seminggu ini, operator Alexander Vinnik didakwa oleh DOJ. Dugaan kasus pencucian uang merupakan pelanggaran yang sangat serius. Google melaporkan 95% dari semua hasil kasus ransomware disalurkan melalui bursa pertukaran ini, yang membuat keadaan menjadi lebih buruk. Dengan keadaan dan kasus yang menimpa bursa pertukaran tersebut, kemungkinan besar, mereka tidak akan kembali online dalam waktu dekat ini. Dana yang terkunci di dalam dompet BTC-E kemungkinan besar tidak akan dikembalikan.

BTC-E juga didenda sebanyak $ 110 juta US karena kegiatan pencucian uangnya. Nama domainnya sekarang secara resmi disita oleh aparat penegak hukum.

Mari kita lihat secara bijak kelanjutan apa yang akan terjadi nantinya. Banyak pelanggan BTC-E yang tidak senang dengan perkembangan ini, kita bisa dimengerti lah. Mungkin dompet bursa ini masih menyimpan banyak dana para nasabahnya. Dan yang perlu kita perhatikan, tak seharusnya kita sebagai nasabah menyimpan dana di dompet bursa pertukaran, bolehlah untuk hitungan jam saja, namun untuk berjaga-jaga lebih baiknya kita simpan dana kita di dompet offline atau minimal didompet pribadi kita (mobile atau dekstop) untuk menghindari kasus seperti ini. Cerita ini akan terus berkembang dalam beberapa minggu mendatang dan kita tidak sabar untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya.