Negara anggota Uni Eropa sedang mempelajari sebuah proposal yang memberi mereka wewenang untuk menghentikan pemegang rekening bank agar tidak menarik uang mereka di bank yang sedang berjuang untuk mencegah kemungkinan bank runs.

Dilansir dari Reuters, langkah yang diusulkan ini dirancang oleh presiden Estonia.

Berdasarkan rencana tersebut, pembayaran bank bisa dihentikan dengan sementara selama lima hari kerja. Penangguhan tersebut, dapat diperpanjang hingga maksimum 20 hari.

Berdasarkan draft tersebut, langkah tersebut dimaksudkan untuk membantu mendukung pinjaman bank yang sedang berjuang atau cenderung untuk ambruk.

Proposal tersebut mendapat dukungan dari negara-negara Uni Eropa yang telah mengesahkan moratorium pembayaran bank selama proses insolvensi di tingkat nasional seperti Jerman.

Namun, mereka yang menentang akan proposal tersebut berpendapat bahwa mereka dapat mempengaruhi kepercayaan dari deposan bank dan bahkan dapat mempercepat penarikan di bank yang dikabarkan berada dalam masalah.

Bahkan beberapa kelompok bank, sangat menentang tindakan tersebut, mereka mengklaim bahwa hal tersebut dapat membuat orang-orang enggan untuk menabungkan uang mereka di bank.

Dikabarkan menurut seorang pejabat Uni Eropa, usulan tersebut sudah ditangani oleh utusan Uni Eropa pada 13 Juli namun mengalami kegagalan saat proses pengambilan keputusan. Mereka menjadwalkan untuk terus mempertimbangkan usulan tersebut pada bulan September nanti. Dan setiap keputusan akhir itu sangat membutuhkan persetujuan dari legislator UE.

Bila perbankan tradisional ini mengalami kegagalan, tidak hanya konsumen yang cenderung beralih ke pilihan alternatif seperti mata uang digital namun bisa jadi para mantan bankir pun menganggap kripto-currency sebagai bagian penting dari masa depan perbankan.

Gambar: Bank Run