Bursa pertukaran ShapeShift dan Changelly kini bekerja sama dengan pihak kepolisian setelah menyadari bahwa tersangka penyerangan WannaCry menggunakan platformnya untuk mengkonversi Bitcoin menjadi Monero.

“Setiap transaksi yang dilakukan melalui ShapeShift tidak dapat disembunyikan atau dikaburkan dan 100 persen transparan, membuat pencucian dari bukti digital pun terdeteksi,”

– kata ShapeShift.

Banyak sumber yang melaporkan, sejumlah dana yang diperoleh hacker dari serangan cyber internasional ini telah berhasil masuk ke 2 bursa pertukaran dan berniat untuk menukarkan Bitcoinnya ke Alternatif koin Monero (XMR). Altcoin ini memang dianggap oleh beberapa orang memiliki anonimitas yang tinggi jika dibandingkan dengan kripto yang lain.

“Kami mengamati dengan seksama situasi tersebut dan akan memblokir setiap alamat yang terkait.”

Dilansir dari media cryptocurrency online besar Cointelegraph, Changelly menyatakan bahwa lebih dari 5,2 BTC telah bergerak melalui bursanya, dan kini pihak perusahaan sedang bekerja sama dengan Europol untuk menangani kasus ini.

Rincian di balik WannaCry ini belum terungkap secara detail, banyak pihak yang mencurigai kasus ini telah disponsori oleh suatu negara yang bekerja atas nama pemerintah Korea Utara. Dalam penyelidikan pertama diungkapkan bahwa pelaku berbahasa China, namun kini dugaan berpindah haluan dan mencurigai Korea Utara sebagai dalang dari aksi yang meresahkan itu.

Alat pemetaan transaksi BlockSeer merilis sebuah representasi fisik bagaimana koin ini bergerak melalui ShapeShift dan Changelly, yang dipublikasikan di Twitter.

Twitter BlockSeer